IDENTIFIKASI GULMA
IDENTIFIKASI GULMA
A. Pendahuluan
Identifikasi berasal dari kata “Identik” yang artinya sama atau serupa dengan. Dalam indentifikasi kita tidak dapat lepas dari nama latin. Nama latin suatu gulma akan sangat berarti karena nama tersebut diterima di dunia internasional. Sebagai contoh, jika bila menyambut nama babandolan, ahli gulma India atau Afrika atau bahkan yang terletak dipulau jawa sering tidak mengetahuinya. Tetapi dengan menyebutkan nama latinnya yaitu Ageratum Congzoides L., maka hamper dapat dipastikan orang-orang yang mempelajari gulma akan mengetahui, atau jika tidak, ia dapat dengan mudah mencari informasi dengan memakai nama latin gulma tersebut.
Ada beberapa cara untuk identifikasi gulma yang ditempuh. Identifikasi dapat menggunakan salah satu atau kombinasi dari berbagai atau saluran cara-cara dibawah ini :
1. Membandingkan gulma tersebut dengan material yang telah diidentifikasi di harbarium.
2. Mencari sendiri melalui kunci indentifikasi
3. Membandingkannya dengan determinasi yang ada
4. Membandingkannya dengan ilustrasi yang tersedia
5. Konsultasi langsung denga para ahli dibidang yang bersangkutan
Keadaan gulma yang paling ideal untuk identifikasi adalah jika semua bagian-bagian tersebut (vegetative dan generatifnya) lengkap. Bagian vegetative gulma yang dipakai sebagai faktor identifikasi adalah akar, batang dan daun.
Akar
Perakaran pada gulma dapat berupa akar langsung (biasanya ditemukan pada gulma golongan berdaun lebar dan akar serabut yang biasanya ditemui pada gulma golongan rumputan dan teki-tekian.
Batang
Bagian batang yang menjadi cirri indentifikasi gulma antara lain adalah, bulat, segitiga, lonjong, pipih, berongga, segi empat, segi lima. Pertumbuhan, menjalar, melilit, tegak, bercabang banyak, bercabang menggarpu.
Daun
Bagian daun yang dapat digunakan menjadi cirri indentifikasi gulma antara lain; berbentuk daun bulat, lonset, lonjong, pita, jarum, jantung, segi tiga dan sebagainya.
1. Tujuan
- Untuk mengetahui cirri gulma golongan berdaun lebar, golongan rumput dan golongan teki.
- Untuk mengetahui cara-cara indentifikasi gulma dan memasukan ke dalam golongan gulma berdaun lebar, rumput atau teki.
2. Dasar Teori
Tumbuhan penganggu yang nilai negative apabila tumbuhan tersebut merugikan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung dan sebaliknya tumbuhan dikatakan memiliki nilai positif apabila mempunyai nilai daya guna manusia (Mangoen Soekarja, 1983).
Tumbuhan yang tumbuh tidak sesuai dengan tempatnya dan tidak kehendaki serta mempunyai nilai negative. Gulma selalu terdapat pada setiap pertanaman dan tumbuh bebas apabila tidak dilakukan pengendalian. Secara fisik gulam bersaing dengan tumbuhan dalam hal pemanfaatan air, nutrisi, gas-gas penting dalam proses allelopati. Persaingan dapat berlangsung bila komponen yang dibutuhkan oleh gulma atau tanaman. Budidaya berada pada jumlah yang terbatas jaraknya berdekatan dan bersama-sama dibutuhkan. Ada beberapa jenis gulma berdasarkan respon herbisida, termasuk gulma rumput. Rumputnya mempunyai batang daunnya sama-sama sempit, tetapi dari sudut pengendalian terutama responnya terhadap herbisida berbeda (Subidjo, 1974).
Tanda-tanda yang dipakai dalam identifikasi dan penelaan spesies gulma terbagi atas sifat-sifat vegetative yang bisa berubah sesuai dengan lingkungan dengan sifat-sifat generative yang cenderung ketat. Sifat vegetative gulma antara lain; perakaran, bagian batang dan cabangnya, kedudukan daun, bentuk daun dan permukaan daun, terdapat alat-alat tambahan misalnya daun penumbuh atau selaput bambung, beragam dan berbeda-beda untuk tiap spesies gulma (Soekiman et.al; 1984).
B. Metodologi
1. Waktu dan tempat
- Pada siang jam 13.30 – 15.30
- Diruang kelas
- Yang dikerjakan pada saat itu membedakan mana golongan gulma berdaun lebar, teki dan rumput setelah itu diberi nama dan digambar.
2. Bahan dan alat
- Bahan berupa spesies gulma dari golongan rumput, golongan berdaun lebar dan golongan teki. Masing-masing gulma mempunyai bagian yang lengkap : ada batang, akar, daun, bunga, buah/biji. Tiap-tiap golongan minimal 5 spesies.
- Alat : alat tulis, buku-buku indentifikasi gulma dan harbarium
3. Cara kerja
- Ambil salah satu jenis gulma, perhatikan dengan seksama baik bagian vegetative maupun generatifnya.
- Cari dan bandingkan dengan gambar yang ada dibuku
- Tentukan namanya
- Untuk lebih meyakinkan tanyakan dulu kepada asisten atau dosen yang ada.
- 5) Gambar pada kertas gambar
- 6) Untuk lebih meyakinkan bahwa yang saudara gambar dan saudara beri nama adalah gulma tertentu maka setarakan bagian gulma tersebut pada sudut gambar yang kita gambar. Bagian gulma tersebut sebelumnya dikeringkan dahulu.
- Beri keterangan yang meliputi : nama latin, nama Indonesia, nama daerah, habitat dan cara pengendaliannya.
- Kerjakan untuk gulma-gulma yang lain sehingga jumlahnya memenuhi syarat.
C. Pembahasan
Dari hasil pengamatan indentifikasi gulma berdaun lebar, rumput, dan teki dapat dibahas bahwa pengolongan gulma berdasarkan golongannya. Sebelum itu kita harus mengetahui ciri-ciri yang dimiliki masing-masing gulma seperti :
- Gulma berdaun lebar memiliki ciri pertulangan daun menjari, menyirip, bentuk daun bulat, lonjong, lenser, jumlah mahkota empat, lima atau kelipatannya. Titik tumbuh terbuka dan posisi daun lebih horizontal, mempunyai akar tunggang. Pertumbuhan tegak, bercabang banyak dan bercabang menggarpu.
- Gulma rumput memiliki bentuk daun sempit memanjang seperti pita dengan pertulangan daun sejajar dengan ibu tulang daun, terdapat ligula, kadang-kadang terdapat aurikularia dan kedudukan daun berseling, posisi daun lebih vertical dan titik tumbuh tersembunyi dalam lipatan daun, bunga berjumlah tiga atau kelipatannya, batang pipih atau bulat dengan beruas-ruas, kadang-kadang buku-bukunya berlubang, mempunyai akar serabut, pertumbuhan tegak.
- Gulma teki memiliki ciri bentuk pita dengan pertulangan daun sejajar tidak mempunyai ligula atau aurikula, arah daun tersebar merata mengelilingi batang, penampang daun berbentuk huruf V, pada beberapa spesies batang berbentuk segitiga, segi empat atau lebih, batang tidak berongga, mempunyai akar serabut, pertumbuhan menjalar dan tegak.
D. Penutup
1. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan disimpulkan bahwa indentifikasi gulma dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satu-satunya yaitu dengan mengamati sifat-sifat vegetative dan generative dari gulma dengan menggunakan buku identifikasi gulma. Sifat vegetatifnya seperti , batang, daun dan akar, sedangkan sifat generatifnya, bunga, buah dan biji.
2. Saran
Sebaiknya dalam praktikum dilakukan banyak dilapangan supaya tidak bosan terus menerus didalam kelas.
Daftar Pustaka
Arie, A. rifin. 1994. Pengendalian Tanaman, Hama Penyakit dan Gulma, Surabaya : Usaha Nasional.
Baru S, Emanual. 2003. Pengendalian Gulma di Perkebunan. Yogyakarta : Kanisus.
Tijtro Soepomo, Gombong. 2003. Morfologi Tumbuhan, Gajah Mada University press. Yogyakarta.
Recent Entries
- Pengertian Mikrobiologi
- IDENTIFIKASI GULMA
- PARADIGMA DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
- PERUBAHAN POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT AKIBAT PERTUMBUHAN INDUSTRI DI KAL-BAR
- KANKER EPISTEMOLOGIS
- TIRANI DI BALIK SENI
- Perubahan Sosial-BUdaya dan Masyarakat
- PENGANTAR PSIKOLOGI INTELEKTUAL QUOTIENT
- Teori Perkembangan Moral
- DASAR-DASAR K3