السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
The Collection Of Islamic Articles, Science and Technology » Blog Archive » PERUBAHAN POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT AKIBAT PERTUMBUHAN INDUSTRI DI KAL-BAR

PERUBAHAN POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT AKIBAT PERTUMBUHAN INDUSTRI DI KAL-BAR

BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang

Krisis Global yang kini melanda penduduk Indonesia menjadi sebuah cekikan keras bagi rakyat dan pemerintahan. Di mana tidak hanya dari berbagai sektor Industri yang kena imbas dari dampak negatifnya, tetapi juga mempengaruhi pola kehidupan masyarakat di Indonesia. Dalam prilaku ekonomi, masyarakat kini harus lebih ekstra selektif untuk menentukan mana kebutuhan yang benar-benar diperlukan dan mana kebutuhan yang sifatnya dapat ditunda agar masyarakat tidak mengalami pemborosan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Tidak hanya masyarakat saja yang kewalahan. Dari pemerintahan yang menjalankan tugas kenegaraan ikut merasakan pusingnya kejenuhan terhadap krisis ekonomi global yang semakin menyiksa, di mana beberapa sektor industri di KAL-BAR, baik berupa penyedia devisa dan berbagai macam pengolahan perekonomian mengalami keanjlokan yang drastis. Terbukti dengan turunnya indeks bursa Indonesia terhadap mata uang asing yang sangat mempengaruhi keberlangsungan industri di KAL-BAR terhadap laju penyebaran pasar di Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat umumnya.

Ini adalah salah satu kajian yang sangat menarik karena kita sebagai mahasiswa dituntut juga untuk krisis dalam menghadapi masalah ini. Dan bagaimanapun dan kemungkinan apapun bisa saja terjadi, namun bila kita menyikapinya secara krisis, paling tidak masalah hidup kita secara pribadi dapat teratasi sekian rupa dengan pola pikir kita yang dinamis. Sehingga akhirnya kelak saatnya terjun di dunia kerja, pola pikir tersebut dapat membantu orang lain juga.

Manfaat yang bersifat positif bagi masyarakat setempat, yaitu membuka isolasi daerah yang tadinya tertutup menjadi daerah yang lancar dalam segala urusan. Kemudian perusahaan membuka kesempatan untuk bekerja sebagai karyawan. Kesempatan seperti ini belum dimanfaatkan oleh penduduk setempat. Hal ini terlihat dari sedikitnya tenaga kerja setempat yang bekerja di perusahaan, dan itupun hanya sebagai usaha sambilan.

Di lain pihak dengan adanya industri di daerah itu setidak-tidaknya mempengaruhi pola kehidupan atau sistem nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Hal ini cenderung merubah pola hidup masyarakat dari pola hidup tradisional kepada sikap hidup yang dinamis dan realistis.

Selanjutnya pola kehidupan masyarakat sebagai akibat pertumbuhan industri di desa Pulau Baru untuk lebih jelasnya dapat disimpulkan dalam klasifikasi pandangan masyarakat terhadap industri lapangan kerja, pendidikan, kehidupan keluarga, dan peranan wanita.
BAB II
PERUBAHAN POLA KEHIDUPAN AKIBAT PERTUMBUHAN INDUSTRI DI KALBAR

Krisis global adalah salah satu dilema yang sedang dihadapi Indonesia sejak dahulu hingga sekarang. Dan ini adalah dinamika kehidupan ekonomi yang tidak tetap perubahannya. Kadang sistem ekonomi dunia naik, kadang sistem ekonomi dunia merosot drastis. Ini menyebabkan gejolak besar bagi kehidupan ekonomi seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Akibat langsungnya adalah meledaknya harga kebutuhan pokok di Indonesia. Yang mana sebelumnya saja sudah menjepit dompet masyarakat dan kini semakin menekan sektor-sektor usaha yang menyediakan kebutuhan tersebut. Misalnya: Petani yang menyediakan sayur mayur kini kesulitan dalam mencari pupuk yang murah, padi menjadi kurang subur dan pasokan yang terbatas membuat harga beras melonjak. Ini adalah satu dari ribuan keluhan masyarakat dalam merasakan dampak buruk dari krisis global ini. Sehingga tema “Krisis Ekonomi Global” ini sangat cocok untuk menjadi bahan diskusi bagi mahasiswa karena mahasiswa juga mengalami dilema ini dalam hidupnya.

1.    MASALAH

Di dalam garis-garis besar haluan  Negara (GBHN) dinyatakan bahwa sasaran utama pembangunan jangka panjang adalah terciptanya landasan yang kuat  bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang atas kekuatannya sendiri menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Titik berat dalam pembangunan jangka panjang adalah pem bangunan bidang ekonomi dengan sasaran utama mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan industri, serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat.

Untuk pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang ini, pelaksanaannya di bagi-bagi dalam pembangunan jangka menengah yang disebut dengan rencana pembangunan lima tahun (Repelita) pelaksanaan Pelita tersebut di mulai sejak tahun 1969, sehingga samapai pada saat sekarang ini Indonesia berada dalam periode Repelita IV.

Titik berat dari Repelita itu sendiri disesuaikan dengan usaha pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang, yang setahap demi setahap demi setahap dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi bangsa Indonesia.

Adapun titik berat dari masing-masing Repelita tersebut adalah :
-    Repelita I     :    pembangunan sector pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian.
-    Repelita II    :    pembangunan sektor pertanian dengan meningkatkan industri dengan meningkatkan industri yang mengelola bahan mentah menjadi bahan baku.
-    Repelita III    :    pembangunan sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengelola bahan baku menjadi barang jadi.
-    Repelita IV    :    sektor pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkana industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri, baik industri berat maupun industri ringan yang akan terus dikembangkan di dalam Repelita-repelita selanjutnya.
Berdasarkan tujuan  pembangunan yang telah ditetapkan didalam GBHN, maka jelaslah bahwa bangsa Indonesia sedang menuju kepada suatu tahap industrialisasi yang diharapkan kelak akan meningkatkan kesejahteraan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan Negara Indonesia dari Negara yang sedang  berkembang menjadi Negara maju. Pembangunan nsional yang sedang dilakukan sekarng ini pada dasarnya adalah usaha-usaha yang dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik materil maupun sprituil, dimana salah satu bentuk kegiatannya adalah pembangunan industri tadi.

Hal ini mengakibatkan daerah yang dulunya tidak mengenal industri sebagai lapangan kehidupan sekarang mempunyai kemungkinan untuk bertambah menjadi daerah industri. Pembangunan industri-industri dapat berlangsung dengan baik apabila didukung oleh beberapa factor. Oleh karena itu masyarakat setempat harus dibina dan dipersiapkan untuk kehadiran dan kelanjutan adanya suatu industri. Pembinaan dan dipersiapankan untuk kehadiran dan kelanjutan adanya suatu industri. Sedangkan dilain pihak industri dengan teknologinya, tergantung pada tanah sebagai produksi, pada dasarnya belum melahirkan lapangan kerja yang besar variasinya. Dilain pihak perangkat industri yang mendatangi masyarakat pertanian tersebut, selain membawa masyarakat pertanian tersebut, selain membawa teknologi industri juga menimbulkan masarakat majemuk dengan aneka ragam kebutuhan dan keahlian.

2.    TUJUAN
Pengetahuan tentang perubahan-perubahan pola kehidupan akibat pertumbuhan industri sangat penting. Arti penting pengetahuan itu, selain berguna untuk pembinaan masyarakat. Dalam pembinaan pertumbuhan industri ada beberapa faktor seprti perangkat teknologi industri serta beberapa perangkat industri, agar suatu industri dapat bertumbuh dan brkembang dengan baik antara lain oleh pengetahuan yang luas dan mendalam  tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam pola kehidupan masyarakat-masyarakat yang pendukung industri tersebut.

Masyarakat pada umumnya,terutama yang merupakan perangkat industri yang datang,sangat besar pula peranannya karena antara mereka dengan industri berada dalam satu lokasi dimana interaksi langsung dapat terjadi interaaksi – interaksi tersebut antara lain dapat melahirkan bermacam – macam kesenjangan sseperti : dibidang ekonomi, keluarga, pendidikan, keahlian dan lain-lain.Kesenjangan-kesenjangan didalam suatu masyarakat dapat melahirkan pula bermacam-macam konflik. Pada dasarnya pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh tentang perubahan-perubahan dapat dipergunakan untuk memperkecil atau meniadakan sama sekali kesenjangan-kesenjangan tersebut.

Berdasarkan kepada hal-hal dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian tentang perubahan Pola Kehidupan Masyarakat Akibat Pertumbuhan Industri adalah :
a.    Tujuan Utama : mengumpulkan data dan informasi serta analisa-analisa tentang pertumbuhan industri, sebagai sumbangan bagi pembinaan dan pengembangan masyarakat industri, sehingga proses perusahaan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri berjalan lancar dan baik.
b.    Tujuan Khusus : tersedianya naskah tentang  ”perubahan pola kehidupan masyarakat akibat pertumbuhan industri”.

3.    PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN (FORMAL DAN NON FORMAL)
a.     Sebelum Masuknya Industri

Desa Peniti Segedong mempunyai sarana pendidikan cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat khususnya pada usia sekolah, yaitu telah mempunyai sarana pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah lanjutan tingkat pertama.

Demikian juga mengenai guru-guru yang mengajar tidak begitu menjadi maslah, karma desa Peniti Segedong ini letaknya tidak begitu jauh dari ibukota Provinsi, sehinnga untuk penempatan para guru-guru sekolah di desa tersebut tidak menjadi masalah. Secara umum di desa-desa atau daerah-daerah yang terpencil dari pusat kota atau ibukota, fasilitas-fasilitas yang menunjang biasanya sangat terbatas. Perumahan para guru-guru pun sulit di dapat atau terbatas.
b.     Setelah Masuknya Industri
setelah masuknya industri secara umum tentang keadaan pendidikan formal maupun pendidikan non formal, tidak terlalu banyak mengalami perubahan. Namun yang nampak adanya perubahan dalam pendidikan formal, yaitu yang semakin meningkatnya jumlah anak¬-anak melanjutkan pendidikannya pada tingkat yang lebih tinggi dan tidak terbatas hanya pada anak perempuan. Hal ini disebabkan karena tingkat penghasilan orang tua semakin baik, akibat terbukanya lapangan kerja dengan berdirinya industri di desa mereka.

Di sisi lain pendidikan non formal juga mengalami sedikit perubahan yaitu pada pendidikan PKK. Ini sma halnya seperti yang terjadi pada pendidikan formal yaitu sebagai akibat atau pengaruh dari pada meningkatnya pendapatan di dalam lingkungan keluarga mereka.

4.    PERUBAHAN DALAM KEHIDUPAN KELUARGA

Sebelum adanya industri sumber hidup dan penghidupan pendudukn desa peniti segedong adalah bertumpuh pada pekerjaan sebagai petani. Hasil yang di peroleh kadang-kadang tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarga secara wajar. Hal ini memang sudah berlangsung dari generasi ke generasi dan merupakan dinamika kehidupan ekonomi yang tidak tetap perubahannya. Misalnya: Petani yang menyediakan sayur mayur kini kesulitan dalam mencari pupuk yang murah, padi menjadi kurang subur dan pasokan yang terbatas membuat harga beras melonjak. Ini adalah satu dari ribuan keluhan masyarakat di desa Peniti Segedong.
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Dengan adanya suatu industri kesuatu desa tertentu, akan membawa suatu dampak terhadap daerah atau desa tersebut baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Yang terpenting dampak positifnya lebih berperan sehingga hal-hal tersebut akan membawa kemajuan atau perkembangan desa tempat industri tersebut didirikan baik dalam hal pendidikan, maupun dalam kehidupan keluarga.

Dampak industri terhadap nilai-nilai budaya setempat melibatkan semua unsur, yaitu semua perangkat industri yang datang serta masyarakat agraris dimana lokasi industri itu berada. Interaksi dua kebudayaan yang berada tentu banyak mengundang berbagai tanggapan, baik itu positif maupun negatif.

Saran

  1. Dalam mengembangkan industri pada suatu daerah hendaknya diperhatikan latar belakang budaya masyarakat sehingga tidak terjadi pertentangan yang tidak diinginkan.
  2. Bagi perusahaan industri yang baru berdiri hendaknya membuka kesempatan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat setempat karena program pemerintah dalam bidang industri adalah ingin meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu perusahaan harus mampu membina masyarakat setempat  agar menjadi karyawan yang terampil dan mempunyai pendapatan yang cukup.

DAFTAR PUSTAKA

Perubahan Pola Kehidupan Masyarakat Akibat Pertumbuhan Industri Di Kal-Bar; PROYEK INVENTIRISASI DAN PEMBINAAN NILAI BUDAYA DIREKTORAT SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDYAAN, 1989/1990.

Recent Entries

Tinggalkan Balasan