DASAR-DASAR K3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan meningkatkan produktifitas kesehatan, dalam hal ini adalah termasuk kecelakaan kerja, peledakan, kebakaran dan penyakit akibat kerja.
Upaya perlindungan tenaga kerja merupakan upaya agar tenaga kerja selalu dalam keadaan sehat, selamat, aman dan sejahtera sehingga pada akhirnya untuk mencapai suatu tingkat produktifitas yang tinggi dimana salah satunya melalui upaya kesehatan kerja.
Sebagaimana tercantum dalam pasal 3 ayat (1) undang-undang No.1 tahun 1970 dimana syarat-syarat keselamatan kerja terdapat 50% merupakan syarat-syarat keselamatan kerja. Selain itu terdapat pada pasal-pasal lain yang mengatur tentang kesehatan kerja yang wajib dilaksanakan ditempat kerja.
Untuk dapat melaksanakan upaya-upaya kesehatan kerja perlu adanya organisasi, personil dan program-program ditempat kerja melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dengan para personilnya mulai dari dokter, paramedic perusahaan, ahli K3 kimia, petugas P3K dan lain sebagainya maupun program-program yang harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Upaya membantu pelaksanaan kesehatan kerja maka paramedic perusahaan perlu dibekali tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
B. Tujuan Pembelajaran
a. Tujuan pembelajaran umum
Menciptakan lingkungan kerja bersih, sehat dan aman dan meningkatkan produktifitas kerja petugas RS.
b. Tujuan pembelajaran khusus
Petugas RS dapat memahami latar belakang pelaksanaan upaya kesehatan kerja, keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan.
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembahasan meliputi :
Bab I : Dasar-dasar kesehatan kerja yang terdiri dari beban kerja, beban tambahan dari lingkungan kerja dan kapasitas kerja.
Bab II : Pelayanan kesehatan kerja terdiri dari jenis pekerjaan, pergerakan lingkungan kerja, penilaian lingkungan.
Bab III : Cara pencegahan, alat pelindung diri
Bab IV : Penutup meliputi evaluasi dan kesimpulan
BAB II
POKOK PEMBAHASAN
A. Dasar-Dasar Kesehatan Kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan dan produktifitas kerja. Agar seseorang dapat dijamin keadaan kesehatan dan produktifitas pekerja yang setinggi-tingginya, maka perlu adanya keseimbangan yang serasi dari faktor-faktor dibawah ini :
1. Beban kerja
2. Beban tambahan dari lingkungan kerja
3. Kapasitas kerja
A.1. Beban Kerja
Setiap pekerjaan merupakan beban dari pelakunya. Beban kerja tersebut diatas meliputi :
a. Beban fisik; seperti pada mengangkat, memikul, bertani, dan lain-lain
b. Beban mental; seperti pada manager, pengusaha dan lain-lain
Seorang pekerja memiliki kemampuan tersendiri dalam hubungannya dengan beban kerja. Pada umumnya mereka hanya mampu memikul beban sampai batas tertentu. Efesiensi dan produktifitas kerja sangat ditentukan oleh tingkat beban optimal seorang tenaga kerja. Untuk mendapatkan tingkat yang optimal, perlu menempatkan seorang tenaga kerja pada pekerjaan yang tepat.
Tepat atau tidaknya suatu penempatan ditentukan oleh faktor-faktor yang ada pada tenaga kerja seperti bakat, kecerdasan, pengalaman, pengetahuan, keterampilan, motivasi dan lain sebagainya.
A.2. Beban Tambahan Dari Lingkungan Kerja
Suatu pekerjaannya pada umumnya dilakukan dalam suatu lingkungan atau keadaan yang dapat memberikan beban tambahan pada jasmani atau rohani tenaga kerja secara garis besar beban tambahan lingkungan kerja meliputi :
- Faktor fisik; suhu, pencahayaan, suara dan lain-lain
- Faktor kimia; gas, uap, debu, cairan dan benda padat
- Faktor biologi; tumbuhan dan hewan
- Faktor fisiologi (Ergonomi); kontruksi mesin, sikap dan dan cara kerja
- Faktor mental psikologi ; suasana kerja, hubungan antar pekerja atau pengusaha dan lain-lain.
A.3. Kapasitas Kerja
Kapasitas kerja tentang seseorang sangat dipengaruhi oleh : keterampilan kesegaran jasmani, umur, ukuran-ukuran tubuh untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan para pekerja dan selalu dalam keadaan sehat dan produktif perlu di lakukan upaya-upaya kesehatan kerja yaitu :
- Optimalisasi beban kerja
- Pengendalian lingkungan kerja
- Peningkatan kapasitas kerja
BAB III
A. Pelayanan Kesehatan Kerja
A.1. Jenis Pekerjaan
a. Dilaboratorium, dipabrik
Pelayanan kesehatan kerja adalah usaha kesehatan dilaksanakan dengan tujuan:
- Kerja memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik fisik maupun mental, terutama dalam penyesuaian pekerjaan dengan tenaga.
- Melindungi tenaga kerja terhadap setiap gangguan kesehatan yang timbul dari pekerjaan atau lingkungan kerja.
- Meningkatkan kesehatan badan, kondisi mental (rohani) dan kemampuan fisik tenaga kerja.
- Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitas bagi tenaga kerja yang menderita.
b. Dokter perusahaan adalah setiap dokter yang ditunjuk atau bekerja diperusahaan yang bertugas atau bertanggung jawab atas hygine perusahaan keselamatan dan kesehatan kerja.
c. Dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja adalah dokter yang ditunjuk oleh perusahaan yang telah mengikuti training hygiene perusahaan keselamatan dan kesehatan kerja dan dibenarkan/mendapat pengesehan oleh Direktur Jenderal Binwasnaker-Depnakertions.
d. Paramedis perusahaan adalah tenaga paramedis yang ditunjuk atau ditugaskan untuk melaksanakan atau membantu penyelenggaraan tugas-tugas hygiene perusahaan keselamatan dari kesehatan kerja di perusahaan atas petunjuk dokter perusahaan.
A.2. Pengendalian Lingkungan Kerja
Pengenalan lingkungan dimaksudkan untuk mengetahui secara kualitatif tentang faktor bahaya lingkungan. Dalam pengenalan lingkungan perlu diperhatikan hal-hal :
- Alat-alat teknis penanggulangan apa yang sudah tersedia/dipergunakan
- Jumlah orang yang terpapar dan bekerja ditiap-tiap tahap dalam rangkaian proses.
- Informasi dari sumber-sumber tertentu tentang derajad racun bahan kimia, sifat-sifat fisik dan kimia pengaruh bahan kimia terhadap tubuh dan lain-lain.
A.3. Penilaian Lingkungan
Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui secara kualitatif tingkat bahaya dari suatu faktor bahaya lingkungan yang timbul. Penilaian dilaksanakan dengan pengukuran-pengukuran pengambilan sample dan analisa laboratorium, kemudian dibandingkan dengan NAB (nilai ambang batas). Manfaat dari penilaian lingkungan adalah :
- Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja
- Merupakan dasar untuk membantu mengkorelasikan kasus kecelakaan dan penyakit dengan kondisi lingkungan
- Merupakan dasar untuk merencanakan alat-alat penanggulangan.
- Sebagai dokumen untuk infeksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Maksud penilaian lingkungan adalah :
a. Engineering Surveilance
Untuk pengecekan efektifitas alat-alat tersebut dalam mengurangi faktor bahaya lingkungan.
b. Legal Surveilance
Infeksi kondisi lingkungan untuk memeriksa ditaatinya perundang-undangan tentang keselamatan dan kesehatan kerja.
c. Epidemiologi dan Penilaian Medis
Epidemiologi dan penilaian medis dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pemaparan terhadap faktor-faktor bahaya terhadap tenaga kerja, dengan menggabungkan hal-hal tersebut dengan indikasi-indikasi medis dan monitoring biologis yang ditemukan.
BAB IV
A. Cara Pencegahan
a) Kunci pencegahan infeksi
- Tata ruang dan fasilitas laboratorium
- Training petugas yang memadai
- Prosedur kerja yang benar
- Peralatan kerja yang memadai
- Penggunaan lab, jas, sarung tangan dan masker
- Pengawas yang bertanggung jawab
- Transportasi specimen dan alat yang tepat
- Dekontaminasi meja, specimen dan alat
- Pembuangan limbah yang benar
- Tidak makan, minum, merokok di lab
B. Alat Pelindung Diri (APD)
1. Pengertian
Alat pelindung diri (APD) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang dalam pekerjaan yang fungsinya mengisolasi tubuh tenaga kerja dari bahaya ditempat kerja. APD dipakai setelah usaha rekayasa (engineering) dan cara kerja yang aman (work practices) telah maximum.
2. Kelemahan penggunaan APD
- Kemampuan perlindungan yang tidak sempurna
- Sering APD tidak dipakai karena kurang nyaman
3. Jenis-jenis APD :
a. Alat pelindung kepala
Berdasarkan fungsinya dapat dibagi 3 bagian :
- Topi pengaman (safety helmet), untuk melindungi kepala dari benturan atau pukulan benda-benda.
- Topi/tudung, untuk melindungi kepada dari api, uap-uap korosif, debu, kondisi iklim yang buruk.
- Tutup kepala untuk menjaga kebersihan kepala dan rambut untuk mencegah lilitan rambut dari mesin.
Alat pelindung kepala ini dapat dilengkapi dengan alat pelindung diri yang lain, yaitu :
- Kacamata
- Penutup mata
- Penutup telinga
- Respirator, dan lain-lain
b. Alat pelindung telinga
Ada dua jenis :
- Sumber telinga ; kemampuan aftenuasi (daya lindung)
- Tutup telinga ; tutup telinga mempunyai daya lindung berkisar antara 25-30 db. Untuk keadaan khusus dapat di kombinasikan antara tutup telinga dengan sumbat telinga, sehingga dapat mempunyai daya lindung (attenuasi) yang lebih besar.
c. Alat pelindung muka dan mata (pace shield)
Fungsi : melindungi muka dan mata dari :
- Lemparan benda-benda kecil
- Lemparan benda-benda panas
- Pengaruh cahaya
- Pengaruh radiasi tertentu
Syarat-syarat alat pelindung muka dan mata :
- Ketahanan terhadap api
- Ketahanan terhadap lemparan benda-benda
- Syarat optos tertentu
- Alat pelindung mata terhadap radiasi
d. Alat pelindung pernafasan
Ada 3 jenis alat pelindung pernapasan :
1. Respirator yang sifatnya memurnikan udara
- Respirator yang mengandung bahan kimia
- Biasanya digunakan pada pencegahan debu
- Respirator yang mempunyai filter mekanik dan bahan kimia.
2. Respirator yang dihubungkan dengan supply oksigen supply udara berasal dari :
- Saluran udara bersih atau kompresor
- Alat pernapasan yang mengandung udara (SCBA)
Biasanya berupa tabung gas yang berisi :
- Udara yang dimanfaatkan
- Oksigen yang dimanfaatkan
- Oksigen yang dicairkan
3. Respirator dengan supply oksigen
Biasanya berupa “Self Contained Breathing Apparatus” yang harus diperhatikan pada respirator jenis diatas :
- Pemilihan yang tepat sesuai dengan jenis bahaya
- Pemakaian yang tepat
- Pemeliharaan dan pencegahan terhadap pencegahan penyakit
e. Pakaian kerja
Pakaian K3 harus dianggap sebagai alat pelindung diri. Pakaian pekerja khusus, untuk pekerjaan dengan sumber-sumber bahaya tertentu seperti :
- Terhadap radiasi panas
- Pakaian kerja untuk radiasi panas radiasi harus dilapisi bahan yang bias merefleksikan panas, biasanya alumunium dan berkilau
- Terhadap radiasi mengion
- Pakaian kerja harus dilapisi dengan timbal biasanya berupa apron
- Terhadap cairan dan bahan-bahan kimia
- Biasanya terbuat dari bahan plastic/karet
BAB V
PENUTUP
A. 1. Evaluasi
- Evaluasi yang akan dilakukan terutama terhadap berbagai kesulitan dalam pelaksanaan penanganan keselamatan kesehatan kerja (K3).
- Dengan demikian, evaluasi dilakukan terhadap setiap tahapan pelaksanaan, apabila terdapat permasalahan yang mengganggu jalannya proses pelayanan kesehatan kerja yang disebabkan oleh kondisi kerjanya, perlindungan pekerja sehingga mengganggu kesehatan para pekerja.
2. Kesimpulan
K3 adalah upaya perlindungan keselamatan kerja yang berkaitan dengan alat kerja dan zat kimia lainnya, bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak terduga-duga, tidak diharapkan. Tugas pokok dari K3 adalah melakukan dan melaksanakan atau membantu penyelenggaraan tugas-tugas hygiene perusahaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
- Panitia kerja keselamatan dan kesehatan kerja oleh tim ke 3 RSSA. 2007
- Pedoman pelaksanaan kewaspadaan universal dipelayanan kesehatan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2005
- Bulletin kewaspadaan universal di UTD no. 373 tahun 2006 PMI unit transfuse darah pusat.
Recent Entries
- Pengertian Mikrobiologi
- IDENTIFIKASI GULMA
- PARADIGMA DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
- PERUBAHAN POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT AKIBAT PERTUMBUHAN INDUSTRI DI KAL-BAR
- KANKER EPISTEMOLOGIS
- TIRANI DI BALIK SENI
- Perubahan Sosial-BUdaya dan Masyarakat
- PENGANTAR PSIKOLOGI INTELEKTUAL QUOTIENT
- Teori Perkembangan Moral
- DASAR-DASAR K3
Medicamentspot.com International Legal RX Medications. Special Internet Prices (up to 40% off average US price). NO PRIOR PRESCRIPTION REQUIRED!…
Combivir@buy.online” rel=”nofollow”>.…
Buy:Zyban.Prednisolone.Petcam (Metacam) Oral Suspension.Actos.Accutane.Arimidex.100% Pure Okinawan Coral Calcium.Retin-A.Nexium.Lumigan.Valtrex.Zovirax.Synthroid.Human Growth Hormone.Prevacid.Mega Hoodia….
Buy:Retin-A.Prednisolone.Synthroid.Mega Hoodia.Nexium.Valtrex.Lumigan.Accutane.Petcam (Metacam) Oral Suspension.Zyban.Zovirax.Actos.Prevacid.Human Growth Hormone.Arimidex.100% Pure Okinawan Coral Calcium….
walker http://xwalker6zj4.05KIAPARTS.US/tag/Group+walker+zabriskie/ : zabriskie…
zabriskie…